Forum Silaturrahim Keluarga Al-Muhibbin, Tambakberas Jombang

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
FLASH NEWS : Selamat bergabung di ibbien.com Sdr. Erik Rubiyanto / PB (Sidoarjo), Dwi Mubarok (Lamongan), M. Nur Muhtadin (Sidoarjo), LAILI MASTUROH (Surabaya), Ahmad Dani irfa Rozuni (Sidoarjo), M Taufiqurrahman (Surabaya), M TAUFIQ KHUBAIDILLAH (Pasuruan), Abdus Salim Albathini (Sidoarjo), Abdullah Prayitno (Blitar), Lukman Hakim Husnan (Palembang). Yang belum gabung silahkan Daftar Database Alumni.

Tata cara Sholat Jum'at

Print PDF

Hukum Shalat Jum'at

Shalat Jum’at berhukum fardlu a’in bagi setiap muslim laki-laki yang mukallaf, sehat, serta menetap atau bertempat tinggal di suatu daerah.

 

Dalil Shalat Jum'at

Dalil kewajiban shalat Jum’at adalah firman Allah swt.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (الجمعة: 9)

 

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jum’at: 9)

 

 

Syarat Wajib Shalat Jum’at

Syarat wajib shalat Jum’at ada enam, yakni:

1. Islam,

2. Baligh,

3. Berakal,

4. Laki-laki,

5. Sehat,

6. Menetap (muqim).

Bagi seorang perempuan tidak wajib melakukan shalat Jum’at, tapi bila ia melakukannya, maka shalat Jum’at yang dilakukannya dapat menggugurkan atau mengganti shalat Dhuhur. Sedangkan bagi musafir boleh mengganti shalat Jum’at dengan shalat Dhuhur dengan syarat:

a. Berangkat sebelum terbitnya fajar shodiq,

b. Bepergian bukan untuk maksiat,

c. Mencapai jarak diperbolehkannya mengqashar shalat,

 

Syarat Sah Shalat Jum’at

Syarat sah melakukan shalat Jum’at ada enam, yakni:

1. Dilaksanakan pada waktu Dhuhur

Dua raka’at shalat Jum’at beserta dua khutbahnya harus dilakukan pada waktu Dhuhur, jika ragu atau waktunya sempit, maka wajib mengerjakan shalat Dhuhur.

Dilaksanakan di Darul Iqomah

2. Darul Iqomah adalah sekelompok bangunan yang menjadi tempat tinggal orang yang melakukan shalat Jum’at.

3. Hanya ada satu kali pelaksanaan shalat Jum’at dalam satu dusun.

Bila di satu dusun terdapat lebih dari satu pelaksanaan, maka yang sah adalah yang lebih dulu melakukan takbiratlul ihram, dan apabila bersamaan, maka semuanya tidak sah.

4. Dilaksanakan dengan berjama’ah

Kewajiban berjama’ah disini hanyalah pada raka’at pertama saja.

5. Dilaksanakan oleh empat puluh orang dengan kriteria:

a. Mukallaf,

b. Laki-laki,

c. Muqim mustawthin,

6. Didahului dua khutbah

Bila salah satu dari syarat di atas tidak terpenuhi, maka wajib mengganti dengan shalat Dhuhur.

 

 

Kesunahan di Hari Jum’at

Kesunahan yang dilakukan pada hari Jum’at diantaranya adalah:

a. Mandi

Waktunya setelah terbitnya fajar shadiq, dan yang lebih utama adalah ketika akan berangkat shalat Jum’at.

b. Berangkat pagi-pagi untuk shalat Jum’at (bagi selain khotib)

c. Berhias diri dengan:

1. Pakaian yang baik, terutama pakaian yang berwarna putih.

2. Memakai wangi-wangian.

3. Memotong kuku.

4. Mencabut rambut ketiak, menggunting kumis, dan memotong rambut yang tumbuh di sekitar alat kelamin.

5. Memperbanyak do’a, shalawat, serta membaca surat Al Kahfi pada malam dan siang hari.

 

 

Macam-macam Khutbah

Khutbah yang disyari’atkan ada sepuluh macam, yaitu:

1. Khutbah shalat jum’at

2. Khutbah shalat ‘idul fitri

3. Khutbah shalat ‘idul adha

4. Khutbah shalat kusuf (gerhana matahari)

5. Khutbah shalat khusuf (gerhana bulan)

6. Khutbah shalat istisqo’

7. Khutbah yaumuz zinah, dilaksanakan di kota Mekah pada tanggal 7 Dzulhijjah

8. Khutbah yaumul arafah, dilaksanakan di kota Namiroh pada tanggal 9 Dzulhijjah

9. Khutbah yaumul nafar, dilaksanakan di kota Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah

10. Khutbah yaumul nafar awal, dilaksnakan di kota Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah.

Semua khutbah di atas dilaksanakan dua kali, kecuali tiga khutbah terakhir yang hanya dilaksanakan satu kali. Selain itu, semua khutbah di atas dilaksanakan setelah shalat, kecuali khutbah shalat jum’at yang dilaksanakan sebelum shalat, dan khutbah shalat istisqo’ yang boleh dilaksanakan sebelum atau sesudah shalat.

 

Khutbah Jum’at

a. Syarat Khutbah Jum’at

Ada sepuluh syarat dalam khutbah Jum’at, yaitu:

1. Dilakukan oleh laki-laki.

2. Berdiri bagi yang mampu, jika tidak mampu berdiri boleh dengan duduk, bila duduk tidak mampu, maka dengan tidur miring sebagaimana urutan dalam melasanakan shalat.

3. Duduk di antara dua khutbah. Lamanya duduk disyaratkan tidak sampai memutus muwalah khutbah, dan yang paling utama adalah selama masa membaca surat Al Ikhlas.

4. Khotib dalam keadaan suci, baik badan ataupun mimbar

5. Khotib harus tertutup auratnya

6. Rukun khutbah diperdengarkan kepada empat puluh orang (isma’)

7. Rukun khutbah didengar oleh empat puluh orang (sima’)

8. Semua rukun khutbah harus menggunakan bahasa Arab

9. Kedua khutbah harus dilakukan pada waktu dzuhur

10. Harus muwalah (berturut-turut), yakni pada tiga tempat:

1) Diantara rukun khutbah

2) Diantara dua khutbah

3) Diantara khutbah dan shalat.


b. Rukun Khutbah Jum’at

Rukun khutbah shalat Jum’at ada lima:

1. Membaca hamdalah dengan lafadh yang tercetak dari masdar hamdun, dan harus menggunakan lafadh jalalah.

2. Membaca shalawat.

3. Wasiat agar taqwa kepada Allah swt.

Ketiga rukun ini harus dilakukan pada khutbah pertama dan kedua.

4. Membaca ayat Al-Qur’an, pada khutbah pertama.

5. Mendo’akan segala hal yang bersifat ukhrowi pada muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat pada waktu khutbah kedua.


c. Kesunahan dalam Khutbah Jum’at

Terdapat sepuluh kesunahan dalam melaksanakan khutbah, yakni:

1. Melaksanakan rukun-rukun khutbah dengan tertib.

2. Dilakukan di atas mimbar atau tempat yang tinggi.

3. Saat naik ke mimbar, hendaknya khotib menghadap para jama’ah, kemudian memberi salam dan duduk.

4. Salah seorang jama’ah mengumandangkan adzan.

5. Khutbah dilakukan dengan suara keras, tegas, jelas, dan bisa memahamkan.

6. Khotib tidak menoleh ke kiri dan ke kanan.

7. Tangan kanan memegang sesuatu semacam pedang atau tongkat, sedangkan tangan kiri memegang tepi mimbar.

8. Lama duduk diantara dua khutbah, adalah selama masa membaca surat Al Ikhlas.

9. Hendaknya para jama’ah mendengarkan khutbah dengan seksama.

10. Pada raka’at pertama, setelah membaca surat Al Fatihah, imam membaca surat Al Jum’at, sedangkan pada raka’at kedua membaca surat Al Munafiqun.


d. Prosesi Praktek Khutbah Jum’at

Dalam praktek khutbah diperlukan dua orang. Seorang sebagai khotib (pembaca khutbah) dan yang lain sebagai muadzin (orang yang adzan) sekaligus menjadi muroqi (pengantar khotib naik ke mimbar). Adapun prosesi khutbah Jum’at adalah sebagai berikut:

1. Di saat waktu shalat Dhuhur telah masuk, maka muadzin melakukan adzan yang pertama.

 

Catatan :

Perlu diketahui bahwa adzan pertama ini hukumnya bid’ah hasanah. Karena adzan ini adalah inisiatif dari shahabat Ustman Bin Affan ra.

2. Setelah adzan pertama, disunahkan melaksanakan dua raka’at shalat sunah ba’da adzan dan shalat sunah qobliyyah Jum’ah sebanyak empat atau dua raka’at.

3. Selesai melaksanakan shalat sunah, muroqi (bilal = jawa) segera maju mengambil tongkat, kemudian menghadap ke jama’ah diikuti dengan membaca salam. Kemudian membaca:

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، رُوِيَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ، وَمَنْ لَغٰى فَلاَ جُمْعَةَ لَهُ، أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ، أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ، أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

4. Khotib maju untuk menerima tongkat dan naik ke atas mimbar dengan posisi menghadap ke arah qiblat, kemudian muroqi membaca shalawat:

اَللّـٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّـٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّـٰهُمَّ قَوِّ اْلإِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنِ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَانْصُرْهُمْ عَلٰى مُعَانِدِ الدِّيْنِ وَاخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

5. Setelah itu khotib mengucapkan salam kepada jama’ah:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

6. Kemudian muroqi mengumandangkan adzan yang kedua.

7. Setelah muroqi selesai berdo’a dan sudah duduk, khotib mulai melakukan khutbah pertama di atas mimbar dan menghadap jama’ah, dengan tangan kanan memegang tongkat dan tangan kiri memegang pinggir mimbar.

8. Selesai khutbah pertama, khotib kemudian duduk selama masa yang tidak memutus muwalah antara dua khutbah, dan dianjurkan baginya untuk membaca surat Al Ikhlash.

9. pada saat khotib sedang duduk, muroqi membaca shalawat dengan suara keras, dengan syarat tidak sampai memutus muwalah antara dua khutbah. Contoh bacaan shalawat:

اَللّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

10. Kemudian khotib berdiri, dan membaca khutbah kedua.

11. Setelah khotib selesai membaca khutbah, muroqi secepatnya membaca iqomah, sedangkan imam segera menuju ke mihrab (tempat imam) untuk memulai shalat Jum’at.

 

 

 

Comments  

 
0 #22 Jeannette 2014-04-10 00:33
Hola estoy encantada de visitar vuestra web me parece super
buena.
Yo soy una estudiante universitaria que me encanta el desarrollo
web, el bosquejo y sobre todo la creación de aplicaciones de juegos para móviles.


Me gusta mucho vuestra página me parece super interesante.

Os felicito por vuestra web, soy desde hoy una admiradora vuestra.



Hola me ha gustado mucho tu articulo
Es alucinante, buena información la que he encontrado.
Muchos besitos.
Por fin algún que me lo ha explicado para que yo lo puede comprender.
Estoy asaz contenta.
Grande, que contenta estoy, es lo mas. Muchas gracias.


Mi sitio web ... 250 juegos friv Nuevos juegos friv: http://www.algodemusica.com/es/node/16062
Quote
 
 
0 #21 Cynthia 2014-04-07 14:09
Hola me ha gustado mucho tu articulo
Es conmovedor, buena información la que he encontrado.
Muchos besitos.
Por fin alguien que me lo ha explicado para que yo
lo puede comprender. Estoy muy contenta.
Grande, que contenta estoy, es lo mas. Muchas gracias.

Mi blog friv juegos: http://www.articlecube.com/profile/Lida-Humble/499748
Quote
 
 
0 #20 syijxqqkvx 2014-04-01 10:30
nwxowfm, http://www.iwcaovuzyw.com/ jvdatjpirf
Quote
 
 
0 #19 Debra 2014-04-01 04:10
Sebenernya topiknya mantab sekali om, tapi mohon dimaklumi, saya nggak ngerti apa-apa masalah
ini. jadi cuma bisa numpang ninggalin jejak doang hehe

Look into my page ... Cara Membuat Blog Gratis di Blogspot: http://www.bloggerbisa.com/2014/03/cara-membuat-blog-di-blogger-gratis-dan.html
Quote
 
 
0 #18 Toni 2014-03-31 08:57
Hello my loved one! I want to say that this article is amazing,
nice written and include approximately all significant infos.

I'd like to see more posts like this .

my page: google advertising programs: http://www.google.com/+/learnmore/
Quote
 
 
0 #17 Taylah 2014-03-16 18:47
Apa yanng kami temkukan dari tulisan ini sungguh bermanfaat untuk kami.
Terima kasih, mudah-mudahan pada artikel selanjutnya pasti lebi lengkap lagi.
Sukses untuk Anda!

My site; Dukung KPK: http://www.matahaticorp.com/
Quote
 
 
0 #16 Enriqueta 2014-02-26 22:16
Gߋod day! Ӏ know tɦiѕ is somewhat οff topic but І was wondering which blog platform are yօu using for thіs site?
I'm getting sick аոd tired of Wordpress becaսse I've Һad
problemѕ with hackers anԁ I'm looқing at alterjatives fօr aոotheг
platform. I ѡould be fantastic іf ʏou сould poіnt me in thе direction
of ɑ ǥood platform.

Ӎy weblog - FrivGaming.net: http://frivgaming.net
Quote
 
 
0 #15 Kory 2014-02-25 17:14
What's up, yup this article is actually nice and I have learned lot
of things from it regarding blogging. thanks.

Also visit my site hcg 1234: http://www.youtube.com/watch?v=T4eg_MfbuGg
Quote
 
 
0 #14 Carole 2014-02-25 15:19
First of all I would like to say great blog! I had a quick question which I'd like
to ask if you don't mind. I was interested to know how you center
yourself and clear your head prior to writing. I've had a hard time clearing my thoughts in getting my thoughts out there.

I do enjoy writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes tend
to be lost simply just trying to figure out how to begin.
Any suggestions or tips? Appreciate it!

Feel free to surf to my blog; snoring treatment: http://www.youtube.com/watch?v=fKitP-U3TK0
Quote
 
 
0 #13 Hadi 2013-07-20 10:30
Komentnya muttaqi sangat jelas ucapan "Jahil Murokkab" Dalam kebodohannya dia menyalahkan orang lain. Biasanya yang model gini sich Rukun Wudlu aja ngga faham, tapi sibuk membid'ahkan orang.. :-*
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh